Laura Alexandria - Halaman yang Kukira Terakhir (OSN 3.3)
👁️ dibaca

Table of Contents

Laura Alexandria

Halaman yang Kukira Terakhir


Dengan langkah polos tanpa sebuah peta

Hanya keyakinan yang kupeluk seadanya

Kukira jalan yang tak melawan akan sangat ramah

Namun nyatanya aku berjalan sambil menahan perih


Aku bertemu penolakan yang tak menjelaskan diri

Juga tangan yang menggenggam lalu pergi

Mereka melepas seolah tak pernah saling kenal

Tak semua yang menyebut diri teman berniat tinggal 


Ada masa ketika aku didorong jatuh

Lalu bangkit dengan luka yang mengalir deras dan masih basah 

Aku membersihkan luka itu seorang diri

Akhirnya senyum itu tetap hadir menjadi titik tertinggi diri ini


Ada kalanya aku berhenti dengan dada lega 

Menutup lembar yang basah oleh lelah

Kupikir akhirnya cerita ini usai

Dimana yang bertahan akan mendapat hadiah


Nyatanya bahagia tak datang sendirian

Saat kubuka halaman berikutnya 

Aku mengenali senyuman yang kupeluk dengan luka

Senyuman itu penuh serbuan tekanan


Ternyata garis akhir tidak benar-benar ada

Ia hanyalah koma yang berpindah tempat 

Bahagia tidak pernah benar-benar tiba

Ia hanya menyamar sebagai istirahat


Aku tak bertanya lagi mengapa 

Cukup melanjutkan kalimat yang tersisa 

Karena hidup bukan tentang mendapat hadiah dan menamatkan cerita

melainkan bertahan dan terus melangkah 

saat cerita mengulang perih


palu, 31 januari 2026

1 komentar

unknown 6 Februari 2026 pukul 16.05 Delete
perjalanan hidup yang berat, dimasukkan dalam tulisan yang sederhana namun indah. love it 🤍🤍🤍