Kiki Indriani Menatap Punggung-Punggung Sebuah kabar tentang pecapaian orang terdekatku membuatku tersadar. Selama ini, aku masih berada di tempat yang sama. Saat orang lain melangkah sedikit demi sedikit menuju tujuan mereka, aku justru sibuk bertahan dari badai yang mencoba mendorongku ke belakang. Ketika badai itu mulai reda, kucoba menoleh ke sekeliling. Tak ada lagi mereka yang dulu berdiri di titik yang sama denganku. Aku mencari- ke kiri, ke kanan, ke belakang. Kosong. Aku sendirian. Kuberanikan diriku memandang ke depan. Yang tampak hanyalah punggung-punggung yang terus berlari menuju tempat yang mereka impikan. Sementara aku, baru saja bisa melihat tempat yang ingin aku tuju. Di titik ini, aku merasa kesepian, karena rupanya jalan ini harus kulewati seorang diri. Lhokseumawe, 29 Januari 2026
Posting Komentar