Khansa Asyirani Ardhanareswari Bernama Manusia aku menenggak lintasan getir asamnya mendidih dalam rangka setiap langkah menguliti daya meninggalkan serat dan sisa agar jiwa berhenti menggantungkan asa pada piutang tujuan yang tak pernah lunas perjalanan ini meluluhlantakkan pendirian memaksaku merangkak di atas hari-hari berkarat yang tahu cara mendewasakan manusia riwayat hari ditatah oleh nyawa luka lahir beranak-pinak belajar sabar dari akar terdalam agar aku berhenti sejenak sebelum memahami kalimat raga aku lahir berulang kali dari rahim yang bernama waktu menyeberangi pusaran hari menggerus jiwa sampai detak langkah terus bertamu upaya kecil menata puing-puing raga saat batin telah porak-poranda sebab yang utuh hanya mereka yang tidak berkhianat pada reruntuhan yang membesarkannya dan aku memilih tetap bernama manusia meski dunia gemar menjadikanku sisa Malang, 15 Januari 2026
Posting Komentar