Kezia Jelita Lombu - Doa dan Impian (OSN 3.3)
👁️ dibaca

Table of Contents

Kezia Jelita Lombu 

Doa dan Impian 


Aku menaruh doaku

di antara ragu dan harap

yang sering bertabrakan.

Ia tidak berteriak,

hanya tinggal-

seperti napas yang ku pelihara agar tetap hidup.

Impian datang tanpa janji.

Ia tumbuh kecil,

sering hampir runtuh

oleh kenyataan yang tidak ramah.

Namun setiap kali aku ingin menyerah,

impian itu mengajarkanku

untuk bertahan tanpa suara.

Di balik diam itu,

aku belajar mendengarkan diriku sendiri,

menghitung langkah yang masih tersisa,

dan percaya pada proses yang perlahan.

Ada waktu ketika langit terasa jauh,

dan doaku menggantung

tanpa kepastian.

Di situlah aku belajar,

bahwa menunggu bukan tanda kalah,

melainkan bentuk kepercayaan paling sunyi.

Aku tidak meminta keajaiban,

hanya kekuatan

untuk terus melangkah

meski hasil belum tampak.

Sebab hidup tidak selalu memberi jawaban cepat,

namun selalu menguji keteguhan.

Kini aku berjalan

membawa doa yang kupeluk erat

dan impian yang tetap kupelihara.

Jika waktunya tiba, aku siap menerima.

Jika belum, aku akan tetap setia—

karena doa yang jujur

selalu tahu ke mana harus pulang.


Sogaeadu, 30 Januari 2026

Posting Komentar