Keisya Meiliana Putri Felisha - Menjadi, Tanpa Riuh (OSN 3.3)
👁️ dibaca

Table of Contents
Keisya Meiliana Putri Felisha
Menjadi, Tanpa Riuh

Aku bernapas tanpa suara. 
Melangkah pelan, membawa berat di punggung. 
Hari-hari menatapku tanpa tanya, sementara di sini aku belajar kuat dalam diam. 
Aku tumbuh di sela jeda. Hari-hari lewat tanpa aba-aba. 
Tak selalu ramah, namun cukup untuk belajar kuat. 
Langkahku pernah ragu, tertahan antara ingin dan takut. 
Aku nyaris tenggelam pada diam, namun harap menggiring dengan lembut. 
Luka tak selalu menuntut sembuh, kadang ia hanya ingin diakui sebagai jejak. 
Lalu aku mengerti, bahwa bertahan pun butuh keberanian dan diujung diam, tanpa sorak, tanpa riuh, aku paham. 
Menjadi tak selalu bersuara kadang cukup diam tetap bertahan tanpa riuh. 

Jakarta, 31 Januari 2026

Posting Komentar