Karmila Bersujud di Ambang Harap Langit malam menyinari setiap langkahku. Aku menatapnya penuh harapan, namun sunyi, seperti hatiku yang belajar berharap tanpa banyak suara. Bintang-bintang bercahaya terang, namun tak satu pun tahu berapa kali aku ragu pada langkah yang kupilih sendiri. Di keheningan malam, kuangkat doa dengan suara paling lirih, bukan karena lemah, melainkan karena takut harapanku tak cukup kuat menembus langit. Rembulan menyaksikanku terdiam, membayangkan masa depan yang kadang terasa dekat, kadang menjauh setiap kali keyakinan itu goyah. Aku bersujud, membiarkan segala ingin runtuh di hadapan Mu. Jika mimpiku bukan jalan-Mu, patahkan ia dengan lembut. Namun jika ia Kau titipkan di dadaku, kuatkan aku hingga sanggup menjaganya. Jadikan doaku bukan sekadar permintaan, melainkan pegangan. Ridho Mu adalah arah hidupku, agar mimpi tak hanya menjadi nyata, tetapi berbuah kebahagiaan. (Natuna, 25 Januari 2026)
Posting Komentar