Kamilatul Muzia - Serak Berkerak (OSN 3.3)
👁️ dibaca

Table of Contents
Kamilatul Muzia Serak Berkerak Gaung yang sedikit sumbing memperbudak jiwa yang hampir layu, berjumpa asa yang memburu dari balik sunyi. Hati yang gusar ini belum mampu teliti meraung, menggerung, lalu termenung. Ah, aku belum mati, aku hanya lelah hati. Sesekali aku melaung, menggerutu bergumam dalam relung yang sempit. Manusia sepertiku apa masih didengar? Pekikan suara yang kerap hilang, lalu aku bersuara "Hai kau angin lalu, aku manusiamu, mengapa kau acuh?" "Hai pohon-pohon randu, aku manusiamu, mengapa kau maki aku?" Tubuh yang malu ini masih memohon keterangan mengapa harapan terasa menipis. Jangan matikan langkah kami. Kami belum siap berdiri di bawah lentera ilahi. Kami masih kotor, hina, jijik muak berkaca, namun tetap butuh kelonggaran untuk bernapas. Pasuruan, 30 Januari 2026

Posting Komentar