Jihad Fayiz Sugiharto Perang Untukku Disaksikan dengan mata penuh harapan, Ruang dengan mulut penuh sambutan. Lantunan kudengar hatiku tenang, Lelap tidurku karena ditimang. Fajar tiba, dan kulihat matahari, Kumulai berdiri dengan dua kaki. Kumulai warnai kertas dengan warna warni, Fajar usai, kau rebut kertas itu tanpa kusadari. Satu hatiku kubagi untuk dua, Tuhan, tangan kutekuk, harap doaku diterima. Bun, kubagi diriku untuk menyesuaikan harapan Bunda. Tak pernah kutengok diriku selama aku cukup bagi mereka. Semua usahaku. Belum cukupkah Aku? Belum cukupkah Aku? Belum cukupkah Aku? Pegang kataku, biar kucoba untuk diriku, Percaya diriku, kutembus langit ketujuh untukmu. Terimakasih menjadikanku tanggung jawabmu, Sekarang ini perangku dan hanya untukku. Purwokerto, 27 Januari 2026
1 komentar