IRMA ZULIANTI "𝙄𝙢𝙥𝙞𝙖𝙣 𝙙𝙖𝙡𝙖𝙢 𝙙𝙤'𝙖 𝙠𝙪. " "𝙄𝗺𝗽𝗶𝗮𝗻 𝗱𝗶 𝗱𝗮𝗹𝗮𝗺 𝗱𝗼'𝗮 𝗸𝘂" Di malam yang sunyi, aku berbisik kepada angin, Doa ini seperti benang kusut yang ada, Mengikat mimpi yang pembohong, tak terkendali. Impianku? Sebuah rumah di puncak gunung, Di mana langit menyapa tanpa batas, Tapi doa datang dulu, membasuh luka lama. Aku ingat malam hujan, saat aku menangis, Memohon cahaya untuk kegelapan jiwa, Impianku bukan sekedar bayangan, Melainkan api yang harus dinyalakan sendiri. Doa adalah minyak, harapan adalah nyala, Tapi angin kehidupan sering mengecewakannya. Mengapa mimpinya begitu jauh, seperti bintang jatuh? Doa adalah tangga, naik satu demi satu, Tapi kaki lelah, hati ragu. Aku bermimpi tentang cinta yang abadi, Tentang dunia tanpa air mata, Doa yang membisikkan: "Sabarlah, anakku." Impianku tumbuh di tanah yang tandus, Doa adalah hujan yang datang tak terduga, Menyirami akar, membuatnya kuat. Malam ini, aku berdoa lagi, Bukan untuk kemudahan, tapi untuk kekuatan, Agar impianku tak hayut dalam gelombang. ( 𝘑𝘢𝘸𝘢 𝘛𝘪𝘮𝘶𝘳, 31 𝘫𝘢𝘯𝘶𝘢𝘳𝘪 2026)
Posting Komentar