Farida Putri Ramadhani - Luka di Pangkuan (OSN 3.3)
👁️ dibaca
Farida Putri Ramadhani
Luka di Pangkuan
Aku duduk di pangkuan yang begitu rapuh
Singgah saja sebentar, aku terjatuh
Hatiku sungguh membatu
Kucicipi adonan pecundang
Dan terhipnotis dalam kemenangannya
Lidah-lidah manis itu, omong kosong!
Tapi memikat hati yang lugu
Aku tak mengerti, dititipkan kepada siapa rasa kemanusiaan itu?
Atau sudah terjual?
Diobral di pasar murahan?
Barangkali ada rasa yang tertinggal
Nyatanya, telah hilang
Sejenak, aku teguk segelas tangis nelangsa
Terkatung-katung dalam hembusan angin
Mata-mata itu menari dalam genangan banjir
Kepada luka, kusampaikan rasa cinta
Luka ini tak akan bermakna
Jika tidak kusyukuri
Kehidupan tak pernah menjanjikan
Perjalanan yang sempurna
Tapi kehidupan selalu menyisakan ruang
bagi manusia-manusia pilihan
Semarang, 24 Januari 2026
2 komentar