Evandira Acba Urdana Doa yang Dibukakan Perlahan Di dalam malam menuju pagi, seorang berdiri menerpa sunyi. Setiap kata yang terucap cukup jujur untuk tetap berharap. Tuhan, jika hidup adalah perjalanan yang pelan, izinkan aku sampai tanpa tergesa. Jika aku adalah debu di angin-Mu, jangan biarkan aku terbang tanpa tuntunan-Mu. Dan saat fajar menyingsing, aku belajar bahwa terang tak pernah benar-benar datang seketika. Ia dibukakan perlahan, lalu menghadirkan harapan yang menguatkan langkah dan impian dalam hidup yang terus berjalan. Banyumas , 9 Januari 2026
32 komentar