Eko Purbiyanto Hidup Bagai Roda Pedati Selalu berputar dalam sunyi perjalanan. Kadang di bawah, kadang di atas, Ada pula yang lama tertahan di bawah, Namun tetap, ia berputar, Meski perlahan, meski tertatih. Pedati bukanlah mobil, Yang cukup menginjak gas lalu mengerem. Tak ada mesin yang menderu, Tak ada jalan pintas bernama kenyamanan. Pedati ditarik oleh tenaga dan kesetiaan, Oleh kuda yang lelah namun setia. Butuh jeda untuk berhenti, Butuh rumput dan air agar kuda tetap kuat. Penumpangnya pun harus sabar, Sebab perjalanan ini tak selalu teduh. Ada panas yang menyengat, Ada hujan yang mengguyur tanpa ampun. Begitulah hidup, Tak cukup hanya usaha dan kerja keras. Di sanalah doa menemukan maknanya, Di sanalah ridho Yang Maha Kuasa. Karena pada akhirnya, Yang sampai bukan hanya yang kuat, Melainkan yang sabar, tekun, Dan berserah kepada-Nya. Surakarta, 30 Januari 2026
Posting Komentar