Annisa Nur Hidayah Melodi Asa dalam Sandhyakala Di antara aksara pagi yang merekah perlahan, bagaskara menyalakan kirana pada atma yang rapuh. Harsa kecil tumbuh dari sunyi perjalanan, mengantar asa mengalun lembut menembus lengkara ragu yang luruh. Buana terbentang seperti cakrawala tanpa batas, menyimpan sagara kisah yang lara dan bahagia. Setiap langkah menjadi nandikara yang pantas, menyelaraskan hati dalam irama metafora dunia. Chandra malam meneduhkan angkara dalam dada, menyatukan amerta kenangan yang pernah terpencar. Dalam sandhyakala yang lembut bersuara, melodi fana mengajarkan bahwa resah pun bisa sabar. Bumantara esok membawa rona berbeda, melukis ulang harapan dengan cahaya baru. Di balik bianglala seusai hujan reda, alunan satya kembali memandu langkahku. Dan ketika lakara hidup bergerak perlahan, melodi asa menggugah ruang terdalam untuk bertumbuh. Bentala, cakrawala, dan sagara menjadi saksi perjalanan, bahwa atma kembali menemukan terang setelah jatuh. Magetan, 31 Januari 2026
Posting Komentar