ANISA YUSUP - Garis Tangan dan Debu Jalanan (OSN 3.3)
👁️ dibaca
ANISA YUSUP
Garis Tangan dan Debu Jalanan
Aku tak lagi membaca masa depan
di palung telapak tangan,
sebab hidupku lebih jujur
tertulis pada debu jalanan.
Kerikil yang menyandung kakiku
adalah guru yang tak bersuara;
ia tak memberi nasihat,
namun mengajariku
bahwa jatuh
adalah rahim
tempat pengetahuan dilahirkan.
Jangan cari aku
di puncak-puncak yang tenang,
temukan aku
di tanjakan yang basah oleh keringat,
di napas yang diuji jarak dan ragu.
Bagiku, hidup bukan nyala yang dijaga aman,
melainkan api yang berani membakar—
biar hangus,
asal tak padam
dalam sia-sia.
Aku adalah pejalan
yang menolak tunduk pada peta,
menempa nasib
di atas aspal dan air mata.
Sebab perjalanan ini
bukan perkara
seberapa jauh aku tiba,
melainkan
siapa yang akhirnya berdiri
saat garis finis menyapa.
Tasikmalaya, 31 Januari 2026
Posting Komentar