ANISA YUSUP - Garis Tangan dan Debu Jalanan (OSN 3.3)

ANISA YUSUP

Garis Tangan dan Debu Jalanan 


Aku tak lagi membaca masa depan

di palung telapak tangan,

sebab hidupku lebih jujur

tertulis pada debu jalanan.

​Kerikil yang menyandung kakiku

adalah guru yang tak bersuara;

ia tak memberi nasihat,

namun mengajariku

bahwa jatuh

adalah rahim

tempat pengetahuan dilahirkan.

​Jangan cari aku

di puncak-puncak yang tenang,

temukan aku

di tanjakan yang basah oleh keringat,

di napas yang diuji jarak dan ragu.

​Bagiku, hidup bukan nyala yang dijaga aman,

melainkan api yang berani membakar—

biar hangus,

asal tak padam

dalam sia-sia.

​Aku adalah pejalan

yang menolak tunduk pada peta,

menempa nasib

di atas aspal dan air mata.

​Sebab perjalanan ini

bukan perkara

seberapa jauh aku tiba,

melainkan

siapa yang akhirnya berdiri

saat garis finis menyapa.


Tasikmalaya, 31 Januari 2026

Posting Komentar