Afriantoni Al Falembani - Ketika Sang Anak Kampung Meraih Mimpi Super Indah (OSN 3.3)
👁️ dibaca
Table of Contents
Afriantoni Al Falembani
Ketika Sang Anak Kampung Meraih Mimpi Super IndahDi bawah langit desa yang bersahaja,
aku tumbuh bersama debu jalan dan doa ibu,
langkah kecilku berteman harap,
kantong kosong, tapi mimpi tak pernah rapuh.
Setiap subuh kusematkan namaku
di ujung doa yang bergetar lirih,
kepada Tuhan yang Maha Mendengar,
aku titipkan masa depan yang belum bernama.
Aku anak kampung,
lahir dari pagi yang sederhana,
belajar tabah dari sawah dan hujan,
belajar sabar dari malam tanpa lampu impian.
Sering dunia meragukan langkahku,
namun aku percaya pada sujud yang panjang,
sebab doa tak pernah salah alamat,
ia selalu tahu ke mana harus pulang.
Hari demi hari kulewati dengan keyakinan,
bahwa mimpi besar tak memilih asal,
ia hanya meminta satu hal:
hati yang gigih dan harap yang halal.
Kini, saat tanganku menggenggam cahaya,
aku tahu—ini bukan sekadar kemenangan,
ini jawaban dari doa-doa lama,
yang sabar menunggu waktu Tuhan.
Dan saat mimpi super indah itu kuraih,
aku menengadah dengan mata basah bahagia,
sebab aku tetap anak kampung yang sama,
yang tak lupa: semua berawal dari doa.
Palembang, 19 Januari 2026
Posting Komentar