Adrian Putra Marta Jalan Tanpa Payung Bagiku seperti jalan basah setelah hujan, licin, sunyi, dan sering membuat langkah ragu. Aku berjalan tanpa payung, membiarkan serpihan kaca kecil menempel di telapak kaki. Di beberapa persimpangan, aku salah memilih arah, berteduh di bawah atap rumah untuk singgah sementara. Dari sana aku mulai mengerti, tidak semua cahaya adalah tujuan, dan tidak semua gelap berarti keburukan. Kini aku masih di jalan yang sama, melangkah pelan sambil belajar membaca tanda. Jika suatu hari aku tersesat lagi, aku ingin percaya: aku sedang berusaha, bukan membiarkan semua sia-sia. Jombang, 30 Januari 2026
Posting Komentar