Zhahda Alfiaturrobi - Jejak Sang Pengelana (OSN 3.3)
👁️ dibaca
Table of Contents
Jejak Sang Pengelana
Di bawah langit yang membentang luas dan biru, aku melangkah menyusuri lorong waktu yang bisu. Mencari arti di antara debu serta rindu, menyusun kepingan mimpi yang perlahan mulai menyatu.
Kerikil tajam sering kali melukai telapak kaki, menghambat langkah menuju puncak yang sangat tinggi. Namun tekad di dada takkan pernah memilih mati, sebab hari esok adalah janji yang harus ditaati.
Terkadang badai datang membawa luka yang perih, membuat raga tersungkur dalam letih yang merintih. Namun air mata bukanlah tanda menyerah dan memilih sedih, melainkan cara jiwa untuk membasuh hati yang letih.
Waktu terus bergulir tanpa pernah menoleh ke belakang, meninggalkan kenangan yang kini mulai memudar dan hilang. Aku terus berjalan melewati senja hingga fajar datang, ,menjadi saksi perjuangan hidup yang sungguh luar biasa garang.
Ponorogo, 30 Januari 2026
Posting Komentar