Zaky Septo Adji - Memoces Doa-doa Di Sarwa Melankolis (OSN 3.3)
👁️ dibaca
Table of Contents
Memoces Doa-doa Di Sarwa Melankolis
(1)
Di muara pagi,
seorang manusia menuang kopi
tuk menemani menafsir hari ini
yang penuh tanya dan getir;
amerta di ambang pikir.
Di telapak tangannya, doa
dipanjatkan begitu gaung.
Berharap punggungnya
menumbuhkan baja;
meniadakan bayang.
(2)
Setiap perjalanannya hanya menawar obat;
remedi sukma namanya.
Tak dicukupkan kepada muakadah,
tetapi terapi-terapi dia patrikan
kepada kehidupannya; kepada sasana.
Mata menghablur, bersiasat menyilam pilu.
Mulut di bui, zikir menyelami kelabu.
Batin anggara, memubahkan doa riuh.
Hari ini tanpa iluh, menubuhkan parun.
Kesedihan, jangan di sini dia bertandang seru.
(3)
Maka kepada doa,
biarkan aku menuturkanmu
di hari-hari yang tanpa henti menabur elegi.
Muatkan aku kepada saadah
untuk hari ini.
Maka kepada melankolia,
biarkan aku menyilamkanmu
di ratapan-ratapan sandikala dan rembulan.
Sirnakan aku dari sumarah
kepada hari-hari.
Depok, 22 Januari 2026
Posting Komentar