zakiamani - Labirin Tanpa Peta (OSN 3.3)
👁️ dibaca
zakiamani
Labirin Tanpa Peta
Di lorong waktu yang berkelok tajam, aku melangkah tanpa kompas di tangan. Dinding-dinding tinggi menjulang, terbuat dari tumpukan sesal dan harapan yang gamang. Setiap tikungan menawarkan bayang semu, menyesatkan raga dalam pencarian makna yang menderu. Suara langkahku menggema, mengetuk pintu-pintu sunyi yang tak kunjung terbuka.
Aku adalah pengembara di labirin nurani, mencari jalan pulang ke arah diri sendiri. Tak ada tanda panah, tak ada cahaya penuntun, hanya detak jantung yang beradu dengan takdir yang beruntun. Tersesat bukan berarti kalah dalam pertempuran, namun cara semesta mengajarkanku arti keteguhan. Di pusat labirin ini, aku akan bersua, dengan sejatinya jiwa yang selama ini terpenjara. Sebab pada akhirnya, peta sesungguhnya terkubur di balik dada yang percaya.
Situbondo, 09 Januari 2026
Posting Komentar