Zaahidurrayyaan Sukendar - Sesesap Jenggi dalam Suaka (OSN 3.3)
👁️ dibaca

Table of Contents
Zaahidurrayyaan Sukendar
Sesesap Jenggi dalam Suaka

Sepeda mungilku telah lama menyerah pada karat,
kalah tumpukan kertas yang menuntut sisa umur dicatat.
Aroma dapur Ibu mulai asing, tergilas mesin-mesin kepala yang bising,
imajinasiku gersang—seperti peta tanpa warna.
Kebahagiaan menipis, teriris tanpa belati, tanpa suara.

Mataku berkantung, menyimpan lelah yang minta dikuras,
telingaku berdengung, dikejar jam yang memburu ganas.
Tak ada uap susu menyambut embun di meja makan,
hanya sunyi mengepung, pekat jenggi menjadi kawan.

Ruang kendali suaka kini terbuka,
memberiku kuasa penuh mengeja arah dan karsa.
Lelah ini harga bagi kemerdekaan yang tak punya jeda.

Esok adalah kanvas yang tak kubiarkan pucat,
tempat melukis narasi baru, meski jemariku penat.
Tak takut warna yang mungkin beradu,
tiap goresan, hidup terasa lebih padu.

Akhirnya tak lagi membenci lelah di nadi,
di suaka baru, aku menemukan diri yang abadi.

Sidoarjo, 25 Januari 2026

1 komentar

Matthew 31 Januari 2026 pukul 12.35 Delete
🔥🔥