YULIA SAPUTRI - Menapak Jejak di Garis Waktu (OSN 3.3)
👁️ dibaca
Table of Contents
Menapak Jejak di Garis Waktu
Di ambang fajar yang masih ranum,
aku memulai langkah dengan sepasang ragu.
Menyusuri jalan setapak yang penuh rahasia,
tempat kerikil tajam dan duri sering kali menyapa.
Dunia adalah labirin tanpa peta yang pasti,
memaksaku menelan pahit demi mencari jati diri.
Ada kalanya badai datang tanpa permisi,
meruntuhkan mimpi yang baru saja bersemi.
Namun, di setiap tikungan yang menyesatkan,
aku belajar bahwa jatuh bukan berarti kekalahan.
Luka adalah tanda bahwa aku pernah berjuang,
sedangkan bekasnya adalah peta untuk pulang.
Kini, matahari mulai condong ke ufuk barat,
membasuh letih dengan cahaya yang kian pekat.
Perjalanan ini bukan tentang seberapa jauh kaki melangkah,
melainkan tentang seberapa teguh jiwa menolak untuk menyerah.
Aku adalah pengembara di atas kanvas takdir,
menuliskan makna sebelum seluruh napas berakhir.
Pacitan, 22 Januari 2026
Posting Komentar