Wana Satriani - Doa dalam Retak (OSN 3.3)
👁️ dibaca
Table of Contents
Doa dalam Retak
Aku menyimpan impian di saku yang berlubang,
sebab harapan sering jatuh sebelum sempat kupungut.
Langit tidak selalu ramah pada doa,
kadang hanya diam, kadang seperti ikut larut.
Aku berjalan membawa retak yang rapi,
menyebut namaku sendiri agar tidak hilang.
Di antara lelah dan takut yang menua,
aku tetap menyalakan percaya meski remang.
Aku tidak meminta takdir menungguiku,
aku hanya ingin diberi kuat untuk bertahan.
Jika esok masih menagih air mata,
biarkan doaku menjadi peluk yang pelan,
membimbing langkah pulang,
meski bukan pada bahagia yang utuh.
Pontianak, 22 Januari 2026
Posting Komentar