Wafi Atha - Jejakku Robek di Tenggorok Waktu (OSN 3.3)
👁️ dibaca
Table of Contents
Jejakku Robek di Tenggorok Waktu
Kutanggalkan mantel usia dan topi penanggalan,
kalender luruh di kerongkongan malam yang renta.
Aku menunduk pada arus atma yang purba,
lalu melangkah—meninggalkan raung suara mereka
Aku melangkah dari rimba makna tak bertuan,
menyusuri sisa gema yang tak diselamatkan
Pagi menampungku tanpa nama dan tujuan,
tatap dan bisik mengikir sunyi—ditinggalkan
Aku jeda di arteri waktu yang liar
Tak terjemah rindu, tak tergapai dendam
Terlalu jauh untuk dimiliki siapapun
Sunyi kupeluk sebagai rumah terdalam
Cintaku padamu—lintasan angka fana
Terucap pada doa yang menolak suara
Namun ia menetap di rongga dada
Satu kepastian yang tak sudi binasa
Kini di samping yang tak memberi petunjuk
Jejakku robek di tenggorok waktu
Aku tetap melangkah, meski berdarah sunyi
Sebab perjalanan adalah luka yang belajar pulang
Subang, 25 Januari 2026
7 komentar