Wafi Atha - Jejakku Robek di Tenggorok Waktu (OSN 3.3)
👁️ dibaca

Table of Contents
Wafi Atha
Jejakku Robek di Tenggorok Waktu

Kutanggalkan mantel usia dan topi penanggalan,
kalender luruh di kerongkongan malam yang renta.
Aku menunduk pada arus atma yang purba,
lalu melangkah—meninggalkan raung suara mereka

Aku melangkah dari rimba makna tak bertuan,
menyusuri sisa gema yang tak diselamatkan
Pagi menampungku tanpa nama dan tujuan,
tatap dan bisik mengikir sunyi—ditinggalkan

Aku jeda di arteri waktu yang liar
Tak terjemah rindu, tak tergapai dendam
Terlalu jauh untuk dimiliki siapapun
Sunyi kupeluk sebagai rumah terdalam

Cintaku padamu—lintasan angka fana
Terucap pada doa yang menolak suara
Namun ia menetap di rongga dada
Satu kepastian yang tak sudi binasa

Kini di samping yang tak memberi petunjuk
Jejakku robek di tenggorok waktu
Aku tetap melangkah, meski berdarah sunyi
Sebab perjalanan adalah luka yang belajar pulang

Subang, 25 Januari 2026

7 komentar

thara 27 Januari 2026 pukul 17.52 Delete
haloo semua, terimakasih sudah membaca karya saya
People 27 Januari 2026 pukul 17.53 Delete
A beautifully written piece, subtle, sincere, and quietly powerful.
Ai Antiri 27 Januari 2026 pukul 18.34 Delete
Masyaallah mantap
farez 28 Januari 2026 pukul 12.52 Delete
Amazinggg🔥🔥🔥
Hidayat 28 Januari 2026 pukul 12.59 Delete
Keren
Naufal I. 28 Januari 2026 pukul 13.16 Delete
This is very good, I really like it👍🏻👍🏻
Saya 28 Januari 2026 pukul 15.02 Delete
Bagus kak