Vabianus Tuda - MENYUSUN JEJAK DI AMBANG WAKTU (OSN 3.3)
👁️ dibaca
Table of Contents
MENYUSUN JEJAK DI AMBANG WAKTU
Di gerbang pagi yang masih berselimut embun, Langkah kecil bermula tanpa beban di pundak. Dunia tampak seperti taman yang rimbun, Tempat mimpi-mimpi pertama kali beranjak.
Kita tumbuh dalam keriuhan masa muda, Mengejar matahari seolah ia takkan pernah tenggelam. Ada api di dada, ada ambisi yang meronta, Menembus hutan kehidupan yang seringkali kelam. Namun di sana kita belajar: Bahwa jatuh adalah cara bumi mengajari kita berdiri, Dan luka adalah bahasa waktu agar kita lebih berhati-hati.
Lalu tibalah kita di persimpangan yang sunyi, Saat riuh mulai reda dan cermin mulai bicara. Bukan lagi tentang siapa yang paling tinggi mendaki, Tapi tentang siapa yang paling tulus dalam setia. Kita mulai menanggalkan ego yang berat di pundak, Menukar kemarahan dengan sebuah peluk yang bijak.
Kini, di bawah langit senja yang mulai merona, Jejak-jejak di belakang tak lagi terlihat samar. Setiap tikungan tajam dan jalan yang merana, Telah menjelma menjadi kekuatan yang berpijar.
Perjalanan ini memang akan berujung pada sepi, Namun kita pulang dengan hati yang penuh isi. Bukan sekadar debu yang ditiup angin lalu hilang, Tapi sebuah kisah tentang jiwa yang berhasil menang.
Bajawa, 14 Januari 2026
Posting Komentar