Usnidatillah - Catatan Perjalanan dari Diri yang Belum Pulih (OSN 3.3)
👁️ dibaca

Table of Contents

Usnidatillah
Catatan Perjalanan dari Diri yang Belum Pulih


Di atas hamparan waktu yang kian memudar,
Aku melangkah dengan raga yang gemetar.
Menyusuri jalanan sunyi tanpa kompas di tangan,
Membawa sebungkus luka yang belum sempat kutanggalkan.

Setiap tikungan adalah fragmen dari ingatan masa lalu,
Tentang mimpi yang patah dan harapan yang membatu.
Aku tak sedang mencari pelabuhan untuk menepi,
Hanya mencoba akrab dengan bisingnya sepi.

Lihatlah, kakiku masih menapak meski tertatih,
Di sela-sela napas yang sering kali terasa perih.
Dunia tak pernah berhenti hanya karena aku meratap,
Maka kuteruskan perjalanan, meski langit tampak gelap.

Aku adalah catatan yang belum menemui titik,
Di antara rintik hujan dan detak jam yang pelik.
Aku belum pulih, namun menolak untuk menjadi abu,
Sebab di ujung jalan, masih ada sisa rindu yang menderu.
Dan aku memilih tetap ada, merawat asa yang hampir luruh.

Pekalongan, 13 Januari 2026

Posting Komentar