Tabina Sahlaa Zahiroh - Babak Perenggutan Nyawa (OSN 3.3)
👁️ dibaca
Table of Contents
Babak Perenggutan Nyawa
Kerangka kita bernasib akhir sama,
ia lerai daging jadi putih gading di dalam tanah.
Lahir dengan pemberian nama,
diharap mengalir beribu petuah ucap ibu dan ayah.
Aku menapak pada jejak peninggalan lautan api,
berdiri sehidup semati,
dengar sejarah kesaksian lisan tiada berhenti,
aku di sini bersama lidah telan ludah yang mengulum mimpi.
Anggap nyawaku detik ini terenggut,
maka usai masa pelayaran nafasku.
Mula-mula dunia menyulut pikiranku dengan kabut lawan takut akan maut,
maka ku bawa diriku bergulat demi temui hak layak hidupku.
Cimahi, 19 Januari 2026
Posting Komentar