Surya Ningrum - Perjalanan hidup (OSN 3.3)
👁️ dibaca

Table of Contents


 

Surya Ningrum

Perjalanan hidup


Kaki ini menapak di jalan tak berpendar,

kelam menggantung di ujung fajar.

Setiap langkah adalah bebatuan tajam,

setiap napas adalah pertanyaan yang mengganjal.

Aku adalah perahu kecil di samudra ganas,

terombang-ambing di antara topan bernama“ragu” dan “kecewa”.


Ombak masalah menggulung tinggi,

menerjang sisi-sisi keyakinan yang rapuh.

Angin ketakutan membelokkan arah,

hingga pelabuhan impian hampir sirna dari mata.

Hidup bagai titian tali di jurang kelam,

sedikit goyah,jantung pun berdebar-debar.


Tapi di sela-sela badai yang tak henti,

terselip suara kecil:“Berlayar terus.”

Meski peluh bercampur air mata asin,

dan tangan bergetar menggenggam kemudi yang retak.

Mungkin ini bukan tentang sampai dengan sempurna,

tentang belajar tetap mengapung di tengarai yang hampir menelan.


Sampai nanti, dari karang-karang yang menghadang,

ternyata tumbuh lumut-lumut harapan.

Perjalanan ini memang amat sulit,

tapi di setiap lelah,ternyata tersimpan lengan yang lebih kuat

untuk mendayung lagi,melawan gelombang yang datang berikutnya.


Sampit, 9 Januari 2026

Posting Komentar