Siti Mussahila Alfitara - Mengelabui Tuhan (OSN 3.3)
👁️ dibaca
Table of Contents
Mengelabui Tuhan
Dengan dahi menghitam,
Kupentaskan sandiwara di sujud panjang
Jatuh bersimbah peluh
Agar terlihat seperti hamba yang sungguh
Ribuan kali aku tersungkur
Menghadap-Mu dengan topeng lelah
Menengadah hanya saat nasib terasa kikir dan kalah
Menipu-Mu dengan gentar, dengan mimpi yang setia berpendar liar
Tanyaku masih sama,
"Tidakkah langit mengadu?"
"Tidakkah amin-ku terdengar pilu?"
Padahal doaku terus berteriak nanar
Mencecar jawab, menagih dengar
Bukan lagi mendamba kekalnya surga
Hanya merayu agar remah letihku tak kehilangan harga
Agar bisa kuselipkan pamrih
Di sela zikir penuh getir pedih
Tapi ... aku lupa
Engkau pemilik cahaya
Sekalipun takdirku terasa salah takar
Engkau mustahil dikelakar
Kini doaku hanyalah pelarian
Siasat licik 'tuk menukar luka dengan kepingan duniawi
Kapankah pelik ini akan pergi?
Sebab, Tuhan, aku takut sekarat di atas jembatan retak yang kurakit sendiri
Sampit, 26 Januari 2026
Posting Komentar