Silvya Amanda - Muara dan Jejak (OSN 3.3)
👁️ dibaca

Table of Contents



Silvya Amanda
Muara dan Jejak


Hidup adalah sungai yang mengalir dari mata air kejernihan;
menelusuri lembah takdir tanpa bertanya arah,
mencari samudra tersembunyi di balik cakrawala harapan.

Di setiap meander sunyi,
kita terhuyung dalam bisikan angin,
lalu bangkit dengan luka yang menjadi guru,
mengajarkan bahasa duka menjadi nyanyian kebijaksanaan.

Waktu berputar seperti roda musim,
kadang memeluk dengan kehangatan mentari,
kadang menusuk dengan sembilu embun,
namun selalu menenun benang rindu,
menyuci kepedihan dengan air mata yang menjadi sungai.

Hingga kita tercerahkan:
destinasi sejati bukan pelabuhan terakhir,
melainkan tapak kaki yang dijejaki dengan kesadaran,
agar jiwa mereguk esensi di setiap hembusan nafas.

Dan kelak, di muara yang menanti,
kita akan mengerti bahwa kehidupan tak diukur dari rentang tahun,
melainkan kedalaman bekas langkah
yang kita torehkan sebagai warisan abadi
pada bumi yang fana ini.

Surabaya, 20 Januari 2026

Posting Komentar