SATYA RAVEGA ARVYANTI - Hikayat Tapak yang Mencatat Angin (OSN 3.3)
πŸ‘️ dibaca

Table of Contents



SATYA RAVEGA ARVYANTI
Hikayat Tapak yang Mencatat Angin


Aku pengelana yang menabung luka dan cahaya,
menjahitnya jadi peta
di tubuh usia yang rapuh dan fana.
Pada tiap belokan sunyi,
aku belajar membaca sepi:
hidup bukan soal tiba,
melainkan keberanian jantung menantang tanjakan hari.

Kupangkas ragu yang tumbuh menjadi duri,
kuberi kakiku darah
agar langkah tak kehilangan nyali.
Di bawah langit yang sering runtuh jadi abu-abu,
tetap kupahat harap
pada batu waktu yang beku dan bisu.

Perjalanan ini kitab yang belum rampung ditulis,
tiap babnya peluh yang menjelma tekad.
Meski badai datang menghapus tapak kaki,
aku tetap berjalan
hingga napas kembali ke rahim bumi.
Sebab di ujung segala jalan,
ketabahanlah
yang abadi di ingatan angin.

Blora, 18 Januari 2025

14 komentar

Gevi 19 Januari 2026 pukul 16.45 Delete
πŸ˜€keren
Mithaa 19 Januari 2026 pukul 16.57 Delete
Sukaa
Satya ravega 19 Januari 2026 pukul 18.56 Delete
makasih kak
susi 20 Januari 2026 pukul 06.27 Delete
mantapp
Putrii 20 Januari 2026 pukul 06.34 Delete
😍
Rahma 20 Januari 2026 pukul 06.36 Delete
Puintis bngtt 🀩
Nindhi 20 Januari 2026 pukul 08.12 Delete
🀩🀩πŸ₯°
Gevi 21 Januari 2026 pukul 08.35 Delete
menarikkkk
Risaa 21 Januari 2026 pukul 08.47 Delete
Keren abiss🀩
Rindaaa 21 Januari 2026 pukul 08.49 Delete
Joss
Adalah pokoknya 21 Januari 2026 pukul 08.56 Delete
😍😍
Emm 21 Januari 2026 pukul 09.00 Delete
Wahh
Ayaa 25 Januari 2026 pukul 06.02 Delete
Mantapp
29 Januari 2026 pukul 10.14 Delete
Ramein guyss 😍