SATYA RAVEGA ARVYANTI - Hikayat Tapak yang Mencatat Angin (OSN 3.3)
π️ dibaca
Table of Contents
Hikayat Tapak yang Mencatat Angin
Aku pengelana yang menabung luka dan cahaya,
menjahitnya jadi peta
di tubuh usia yang rapuh dan fana.
Pada tiap belokan sunyi,
aku belajar membaca sepi:
hidup bukan soal tiba,
melainkan keberanian jantung menantang tanjakan hari.
Kupangkas ragu yang tumbuh menjadi duri,
kuberi kakiku darah
agar langkah tak kehilangan nyali.
Di bawah langit yang sering runtuh jadi abu-abu,
tetap kupahat harap
pada batu waktu yang beku dan bisu.
Perjalanan ini kitab yang belum rampung ditulis,
tiap babnya peluh yang menjelma tekad.
Meski badai datang menghapus tapak kaki,
aku tetap berjalan
hingga napas kembali ke rahim bumi.
Sebab di ujung segala jalan,
ketabahanlah
yang abadi di ingatan angin.
Blora, 18 Januari 2025
14 komentar