Sarofatun Nikmah - Perjalanan Yang Tetap Kupeluk (OSN 3.3)
👁️ dibaca

Table of Contents


 

Sarofatun Nikmah 

Perjalanan Yang Tetap Kupeluk


Aku lahir dari keluarga sederhana,

tumbuh di tengah keterbatasan dan doa yang panjang.

Sebagai anak terakhir, aku belajar mandiri lebih cepat,

melihat ayah melemah oleh sakit,

dan ibu lelah oleh kerasnya hidup.


Hari-hariku diisi perjuangan,

menahan lapar, menahan kata, menahan air mata.

Aku sering bertanya pada Tuhan tentang keadilan,

namun tetap bangkit setiap pagi,

karena menyerah bukan pilihanku.


Aku melangkah dengan luka yang tak terlihat,

belajar kuat tanpa banyak dipeluk,

belajar sabar tanpa banyak dipahami.

Meski hidup tak memberiku kemudahan,

aku percaya setiap tangis membentukku.

Aku bukan dilahirkan untuk kalah.


Aku sedang ditempa.

Dan suatu hari, aku akan berdiri,

membuktikan bahwa aku pernah lemah,

namun tidak pernah berhenti berharap.


Yogyakarta , 9 Januari 2026

Posting Komentar