Rizky Akbar Syamputra - Jejak yang Tetap Melangkah (OSN 3.3)
👁️ dibaca
Table of Contents
Jejak yang Tetap Melangkah
Aku menempuh hidup bukan dengan peta kemenangan,
melainkan dengan lutut yang pernah gemetar oleh kegagalan.
Setiap langkah adalah pertaruhan antara takut dan berani,
namun aku memilih maju meski dunia sering menutup pintu.
Aku belajar bahwa waktu tidak menyembuhkan apa pun,
ia hanya mengajari cara hidup berdampingan dengan luka.
Doa-doa kugenggam seperti bara di tengah hujan,
kecil, tetapi cukup untuk menjaga arah tetap menyala.
Jika hari ini aku masih berjalan,
itu bukan karena hidup ramah kepadaku,
melainkan karena aku menolak menyerah
pada perjalanan yang membentukku menjadi manusia seutuhnya.
Palembang, 27 Januari 2026
Posting Komentar