Rizki Lestari - Dinding Kali Terakhir (OSN 3.3)
👁️ dibaca
Table of Contents
Dinding Kali Terakhir
Kala itu, hujan gerimis di pelupuk senja.
Kutatap wajah angin yang begitu dingin.
Langitku mematung melupa warna.
Setiap bait telah terukir, pada dinding kali terakhir.
Aku lupa, rima yang terjeda tak dapat menembus asa.
Bagaimana bisa terus mengeja pada diksi yang tak pasti gumamnya.
Entah imaji yang kuguna tak tepat tata, namun aku pun ulang mengeja.
Ia bilang awan tak mampu berkata.
Nyatanya tangisnya menembus dada.
Perlahan kukayuh sepeda tua milik pujangga.
Kayuhanku tak cukup hanya satu dua, lebih dari beberapa langkah bahkan jauh dari semula.
Langitku mulai tersenyum ceria.
Perlahan pelangi menampakkan wajah suka.
Tekadku kian membulat tuk sampai ke tahta.
Dengan balutan harap di sepertiga malam yang tak pernah terlupa.
Satu langkah pasti meski bukan paduka, aku yakin padaku jiwa kesatria.
Lombok Timur, 29 Januari 2025
Posting Komentar