RISTIYANA PUTRI - Menenun Isyarat di Atas Sajadah (OSN 3.3)
👁️ dibaca

Table of Contents


 

RISTIYANA PUTRI 

Menenun Isyarat di Atas Sajadah


Ada yang lebih riuh dari sekadar suara,

yakni debar di dada saat kening menyentuh sisa debu dunia.

Di sini, aku tidak sedang meminta harta,

aku hanya sedang mengeja kembali janji yang sempat pecah.


Impianku serupa rimbun yang mencari celah hujan,

ia tumbuh di sela batu, keras dan penuh lebam perjuangan.

Tuhan, jika jalanku harus mendaki sunyi,

jangan biarkan kakiku patah sebelum sampai di puncak amin ini.


Aku tahu, langit-Mu tidak pernah punya telinga,

tapi Ia punya cara untuk memeluk setiap rahasia.

Maka kubiarkan jemariku lecet menenun harapan,

di antara benang nasib yang kadang kusut dan tak beraturan.


Hingga nanti, antara lelahku dan takdir-Mu,

bertemu dalam satu titik peluk yang tuntas.


Huwei Couty, Taiwan, 2 Januari 2026

Posting Komentar