Riski Fauzi - Kutulis Namaku pada Langit (OSN 3.3)
👁️ dibaca
Table of Contents
Kutulis Namaku pada Langit
Pada hening yang berlutut di sepertiga malam sunyi,
kutulis namaku perlahan pada langit yang sepi.
Sujudku menjelma aksara paling abadi,
dibaca Tuhan sebelum semesta berseri.
Impian tumbuh di dada yang pernah pecah,
berakar dari sabar, disiram tubuh yang lelah.
Ia tak lahir dari tepuk dan sorak,
melainkan dari sunyi yang setia mengetuk jiwa.
Kuserahkan waktu pada tangan-Nya yang kekal,
tempat segala ragu kembali menjadi asal.
Tak semua rahasia perlu kupahami tuntas,
hanya doa yang menuntunku di samudra luas.
Jika jatuh adalah bahasa pembelajaran hidup,
maka luka ialah kitab perjalanan hidup.
Kupeluk makna dari tiap kehilangan yang senyap,
doa menjadi lentera penantian yang tetap.
Impian menjaga arah kemanusiaan dalam langkah,
setia pada proses, rendah dalam setiap tujuan.
Kelak aku pulang sebagai manusia seutuhnya,
dengan namaku yang tertulis di langit-Nya.
Purwakarta, 26 Januari 2026
Posting Komentar