Rinda Purwenti - Kala lelah melanda, do'a dan impian yang menjadi sandaran (OSN 3.3)
👁️ dibaca

Table of Contents

Rinda Purwenti
Kala lelah melanda, do'a dan impian yang menjadi sandaran


Seringkali, lelah datang tanpa diminta,

Menguras sisa-sisa tenaga yang ada,
Bahkan air mata mengalir indah,

Menjadi teman pengiringnya.

Di saat itu tiba, tangan ikut menengadah,

Untaian Kata terucap pelan, menjadi do'a yang menenangkan jiwa.

Meski hari esok tak tahu bagaimana,

Namun banyak impian yang meyakinkan untuk tetap melangkah.

Do'a dan impian menjadi sandaran.

Jiwa berserah, raga berusaha.

Dalam sujud, menemukan tenang,
Ketika jatuh, mengajarkan untuk bangkit perlahan.

Aku percaya, setiap lelah yang aku rasa,

Setiap do'a yang aku langit kan kepada-Nya,

Setiap impian yang aku inginkan menjadi nyata,
Adalah bagian dari takdir yang telah disusun sempurna oleh-Nya,

Menuntun untuk selalu maju tanpa kata menyerah,
Hingga semuanya seperti pelangi yang menghiasi semesta.

Pekanbaru, 12 Januari 2025

1 komentar

Aditya 13 Januari 2026 pukul 13.53 Delete
Puisinya terasa dekat dengan keseharian. Membaca bait-baitnya seperti diingatkan untuk tetap bersandar pada doa dan harapan saat lelah.