Rifka Umaima - Aksara yang belum usai (OSN 3.3)
👁️ dibaca
Table of Contents
Aksara yang belum usai
Dibentang jalan yang berdebu,
Aku berjalan bahwa sekantong huruf yang berserakan.
Beberapa telah menjadi kata "jatuh",
beberapa lagi telah menjelma "tangguh".
Setiap jejak adalah goresan pena pada bumi,
Menuliskan bab tentang tangis yang sempat abadi.
Lalu berganti alinea tentang tawa yang kembali bersemi.
Namun tak satupun halaman benar-benar kukunci.
Ada mimpi yang masih berupa sketsa kasar,
Terjepit diantara letih dan tekad yang berpijar.
Langkahku adalah koma yang panjang,
Menunda titik agar perjalanan tak cepat lekang.
Biarlah sisa halamanku tetap menjadi rahasia,
Tak perlu terburu-buru mengejar akhir cerita.
Sebab hidup bukan tentang seberapa cepat kita sampai,
Melainkan tentang makna disetiap aksara yang belum usai.
Lampung Timur, 15 Januari 2026
Posting Komentar