Reisya shalwa shabila - Air Mata di Tengah Perjalanan (OSN 3.3)
👁️ dibaca

Table of Contents


 

Reisya shalwa shabila

Air Mata di Tengah Perjalanan


Aku melangkah di jalan bernama hidup,

menyeret lelah di telapak kaki,

menyimpan rapuh di dada,

sebab tak semua arah sudi memelukku,

dan tak semua mimpi datang saat aku siap.


Di tengah perjalanan yang sepi,

air mata jatuh di kesunyian malam

bukan tanda aku kalah,

melainkan bukti aku masih bertahan.


Pernah aku ingin berhenti,

duduk lama di sudut kekecewaan,

menanyakan pada waktu:

mengapa harus sesakit ini?

Namun ia justru menarikku berdiri,

mengajarkanku arti percaya

meski tanpa janji.


Setiap luka berbicara,

setiap jatuh meninggalkan makna,

bahwa bahagia tak selalu hadir,

namun kekuatan selalu diselipkan

di balik duka yang kupeluk.


Kini aku mengusap air mata,

menghela napas, dan melangkah lagi,

pelan, tapi pasti.

Sebab di ujung perjalanan nanti,

aku ingin tersenyum dan berkata:

aku pernah terluka,

namun aku tidak pernah menyerah untuk hidupku.


Tasikmalaya, 10 Januari 2026

Posting Komentar