RAHMAT - Puncak di Dalam Diri (OSN 3.3)
👁️ dibaca
Table of Contents
Puncak di Dalam Diri
Aku adalah pendaki yang keras kepala,
memanggul ransel berisi air mata,
menapaki setapak yang dipenuhi jelaga,
demi mengejar puncak yang tak kunjung menyapa.
Ya, aku ingat kau pernah bilang bahwa,
gunung tak butuh pembuktian kita,
namun, aku tak ingin hari tuaku sia-sia,
hanya karena aku takut pada dinginnya semesta.
Bertanding lelah dengan waktu,
aku tak mengeluh,
karena di setiap peluh,
ragu di kepalaku perlahan meluruh.
Di ketinggian yang sunyi ini,
aku belajar bahwa hidup bukan soal tinggi,
tapi tentang seberapa berani kita mendaki,
lalu berdamai dengan langkah kaki sendiri,
sebelum kabut benar-benar menutup hari.
Kolaka, 11 Januari 2026
Posting Komentar