Rahma Aulia Sari - Di Ambang Fajar (OSN 3.3)
👁️ dibaca
Table of Contents
Di Ambang Fajar
Di lengkung langit yang paling sunyi,
Aku mengeja nama-Mu di sela detak yang ragu.
Ada jemari yang gemetar mengetuk pintu langit,
Membawa sekeranjang resah yang belum sempat kusebut.
Tuhan...
Doaku bukanlah deretan kata yang rapi di atas kertas,
Ia adalah lebam di lutut karena sujud yang panjang,
Ia adalah keringat yang jatuh sebelum fajar sempat bertandang.
Aku tidak meminta jalan yang selalu rata,
Namun pinjamkan aku pundak baja untuk memikul takdir yang nyata.
Harapan ini...
Adalah nyala lilin di tengah badai yang menderu.
Seringkali ia meredup, nyaris habis dimakan ragu,
Namun keyakinan adalah sumbu yang tak membiarkannya mati.
Sebab aku tahu, di balik dinding yang tertutup rapat,
Engkau sedang merajut jawaban yang paling tepat.
Kini, kubiarkan kakiku melangkah di atas duri rencana,
Dengan doa sebagai jubah, dan harapan sebagai lentera.
Sebab kemenangan sejati bukanlah saat piala digenggam jari,
Melainkan saat hati tetap tunduk, meski dunia memuji setinggi langit ini.
Sembikuan, 16 Januari 2026
Posting Komentar