Rahayuni Sudiyanti - REL YANG TAK SAMPAI KE PEGADAIAN (OSN 3.3)
👁️ dibaca

Table of Contents



Rahayuni Sudiyanti
REL YANG TAK SAMPAI KE PEGADAIAN


Masih kuingat mata yang lelah
dan kaki yang letih
menyusuri rel kereta api,
tanganku dalam genggamanmu,
menuju sebuah harap bernama pegadaian.
Ibuku,
engkau membawa selembar batik,
satu-satunya yang tersisa,
warisan sunyi yang kau lipat
seperti melipat harga diri.
Kami menukar langkah dengan doa,
namun pulang dengan tangan kosong.
Tawa orang-orang jatuh berderak,
mengatakan batikmu
tak layak menjadi uang.
Mukaku merah,
dadaku panas.
Ingin kulempar dunia,
namun kau tersenyum pahit
dan merangkulku—
seolah berkata:
tak apa kalah hari ini.
Kini,
jika engkau masih ada,
akan kubawa kain batik Yogya kesukaanmu
dan kubagikan pada mereka
yang pernah menertawakanmu,
sebagai kenangan
tentang martabat
yang tak pernah bisa digadaikan.

Bekasi, 20 Januari 2026

Posting Komentar