Rahayu Ditira Jayanti - Di sudut Kota, Kami Berlauh Doa (OSN 3.3)
👁️ dibaca

Table of Contents



Rahayu Ditira Jayanti
Di sudut Kota, Kami Berlauh Doa


Di sudut kota kecil, hidup ditakar dari ladang dan pasar.
Gedung pencakar langit hanya cahaya dalam kaca.
Kami terpaku bukan hanya oleh ekonomi,
Tapi oleh akar yang memanggil: bertahan atau pergi?

Namun harapan tumbuh di sela padi,
Terselip dalam anyaman bambu.
Kami berdoa dengan tangan pekat tanah,
Berimpian dalam dinginnya subuh:
Agar anak kami tak lagi lapar,
Atap rumah tak bocor di musim hujan.

Lihat petani tua, wajahnya peta perjalanan matahari.
Lihat penganyam yang menyimpan impian dalam setiap simpul.
Dunia ini pelik, tapi kami percaya:
Setiap kesulitan punya nadanya sendiri.

Doa dan impian adalah napas kami,
Tenaga dari telapak tangan ke bumi.
Dari sudut kecil ini, kami membangun dunia
Yang lebih baik, perlahan, namun pasti.


Argamakmur, 22 Januari 2026

Posting Komentar