NUR FADILA ERIZA PUTRI - Rajutan Doa di Ujung Lelah (OSN 3.3)
👁️ dibaca

Table of Contents
NUR FADILA ERIZA PUTRI
Rajutan Doa di Ujung Lelah

Bait-bait doa kurajut perlahan,
menyulam asa di ufuk angan.
Air mata tak lagi mampu kutahan,
tumpah diam dalam sunyi harapan.

Dengan jemari gemetar kurangkai pinta,
seperti benang rapuh di ujung senja.
Namun tujuan masih terasa fana,
seakan langit menahan jawabnya.

Langkahku lunglai di jalan yang sepi,
napas terseret oleh letih yang panjang.
Helai demi helai doa kusulam lagi,
meski harap kadang nyaris menghilang.

Impian itu masih menyala redup,
cahayanya membuat mataku berbinar.
Walau jalanku tersandung dan tertutup,
aku tetap berjalan, meski perlahan benar.

Lelah ini nyaris menjatuhkan jiwa,
air mata menggenang di pelupuk rasa.
Namun pasrah bukan tanda menyerah,
hanya cara hati bersandar pada-Nya.

Selama doa masih mampu kurajut,
angan takkan gugur menjadi debu.
Sebab di balik tangis yang terpaut,
Tuhan menenun takdir indah untukku.

Rokan Hulu, 27 Januari 2026

Posting Komentar