Naia Chairunnisah - Berjalan di Atas Luka Seumur Hidup (OSN 3.3)
👁️ dibaca

Table of Contents
Naia Chairunnisah
Berjalan di Atas Luka Seumur Hidup

Kehilangan yang tidak pernah disangka siapapun
Kepergian yang tidak bisa dicegah siapapun
Terjadi dalam satu kedipan mata
Ditemani rembulan berikutkan sendu
Rekahan senyumnya telah direnggut semesta
Irama tawanya tak pernah terdengar kembali
‘Pulang'nya menjadi luka abadi
Namun, ‘memulangkan'nya kepada yang berhak, kenapa sesakit ini?
‘Rumah' kamu berubah drastis setelahnya
Suram tak lagi berwarna, bersembunyi dari dunia
Tuhan, boleh bawa dia kembali?
‘Rumah' kami berubah setelah kepergiannya
Kesakitan seumur hidup
Meredupkan rumah yang bercahaya
Tanpa persetujuan sang tuan dan puan
Rumah mereka gelap gulita
Hilang tanpa arah
Mengais gairah hidup yang ada dan tiada
Meraung pada semesta atas kesakitan yang dirasa
Semesta membela, Jangan melawan takdir Tuhan
Berkelana mencari cahaya lain
Ke ujung dunia pun mereka sambangi
Namun, tak kunjung juga temu
Sebab cahaya mereka sudah ‘pulang', ke pangkuan-Nya...

Medan, 26 Januari 2026

Posting Komentar