Naf - Benih Wangi (OSN 3.3)
👁️ dibaca

Table of Contents



Naf
Benih Wangi


Gerbang itu dahulu diketuk tanpa pemeriksaan suhu atau timbangan nyawa.

Lalu, sebuah kunci diputar oleh tangan-tangan yang lebih dulu menua,
menyerahkan seluruh koridor pada seorang asing
yang ternyata hanya membawa musim hujan di dalam tasnya.

Kini, di tengah rumah yang atapnya bocor oleh janji,
ada sebuah kamar yang dindingnya berbisik tentang pintu keluar yang terlarang.

Ada wangi hutan yang asing di sela jendela,
mengajak kaki untuk melangkah ke luar pagar,
meski tahu bahwa di luar sana, langit hanya menjanjikan api.

Namun, di sebuah sudut, ada sebuah benih kecil yang sedang tumbuh.
Ia adalah satu-satunya tiang yang belum retak.

Maka, sebuah pagar besi sedang dibangun di sekelilingnya,
bukan untuk memenjara, tapi untuk memastikan
bahwa ia tak perlu menjadi jembatan bagi kaki-kaki yang tergesa.

Biarlah akar itu memanjang sesukanya,
sebab pemilik tanah ini sedang belajar menelan duri,
agar bunga yang mekar nanti tak perlu mengenal
cara meminta maaf pada tanah yang salah.


Purworejo, 15 Januari 2026

Posting Komentar