Nadia Nurin Fiqih - Tuhan, Tolong Peluk Ia (OSN 3.3)
👁️ dibaca
Table of Contents
Tuhan, Tolong Peluk Ia
Pada tubuh yang lelah menahan nyeri,
kutitipkan doa di setiap hari.
Semoga sakit belajar mengerti,
bahwa harapanmu lebih kuat dari hari.
Di ruang putih yang sunyinya panjang,
ia berbaring menahan rasa yang datang.
Jarum waktu berjalan begitu pelahan,
sementara tubuhnya belajar bertahan.
Tak semua luka harus terlihat sembuh,
cukup kau tetap berani bertahan.
Tuhan mendengar langkahmu yang rapuh,
dan menulis kesembuhan perlahan.
Tuhan, jika sakit ini terlalu berat,
peluklah ia dalam kasih yang hangat.
Ajari tubuhnya mengingat sehat,
dan hatinya percaya pada waktu yang tepat.
Kelak saat langkahnya kembali kuat,
dan senyum tak lagi sekadar isyarat,
ia akan tahu di hari terberatnya,
Tuhan pernah memeluknya erat.
Jakarta, 10 Januari 2026
Posting Komentar