Nadia Arabella - Ketika Luka Menjadi Cahaya (OSN 3.3)
๐️ dibaca
Table of Contents
Ketika Luka Menjadi Cahaya
Hidup kadang terasa pahit
Seolah dunia bertanya apa yang kau lakukan di sini
Hinaan, cacian, dan makian
Menjadi suara yang membekas di telinga
Perjalanan hidup tak pernah lembut
Ia menyeretku ke arah yang tak kuminta
Saat kutanya mana arah yang benar
Ia menjawab "arah itu ada jika kau punya tekad"
Tangisan menumpuk di dada
Amarah mengetuk berkali-kali
Ketakutan tinggal di sudut hati
Namun perlahan aku mengerti
Hidup tak memberi kesempatan dua kali
Tak ada lagi ruang untuk menyembunyikan luka
Aku keluar dari zona nyaman
Mencoba hal-hal yang dulu hanya kubayangkan
Tanpa mendengar suara yang ingin membuatku kecil
Kini lihat siapa yang berdiri di depan
Bukan lagi seseorang yang gentar
Melainkan seseorang yang berdamai dengan masa lalunya
dan menata masa depan dengan tangannya sendiri
Surabaya, 18 Januari 2026
1 komentar