NADHIRA ARIQAH WIBAWA - Jejak dan Bintang (OSN 3.3)
👁️ dibaca
NADHIRA ARIQAH WIBAWA
Jejak dan Bintang
Aku melangkah di jalan yang digores malam,
di mana bayangan masa lalu menari di sela cahaya remang.
Setiap jatuh adalah nyala keberanian,
setiap luka adalah sungai rahasia yang mengalir di hati.
Hujan meneteskan doa yang tak terdengar dunia,
angin membawa kata yang hanya dimengerti jiwa yang berani.
Di celah batu dan lembah gelap, aku menanam impian,
menggenggam harapan yang menolak padam, yang menolak hilang.
Badai menjerit, hujan meneteskan kisah,
tapi aku menatap bintang, menemukan cahaya di gelap.
Hidup bukan tentang tiba,
tapi tentang menyalakan api di setiap tikungan,
menjadi cahaya sendiri, menjadi langit sendiri,
tersenyum meski badai mencoba menahan langkahku.
Setiap jejak adalah puisi waktu,
setiap napas adalah doa yang bergetar di dada,
setiap detik adalah kesempatan menyalakan bintangku sendiri.
Probolinggo, 10 Januari 2026
.png)
Posting Komentar