Nadhif Faeyza Wahyudi - Anamuarti Dalam Sembilan Hening (OSN 3.3)
👁️ dibaca

Table of Contents


Nadhif Faeyza Wahyudi
Anamuarti Dalam Sembilan Hening


Perjalanan adalah garis lurus yang dipaksa
menyerah pada kecelakaan nasib.
Sembilan raga kini terjebak dalam kelumpuhan yang begitu sunyi
saat bakat-bakat besar berhenti bedenyut
di tengah lintasan.
Kini, biografi yang seharusnya indah telah
kehilangan napasnya
berganti menjadi riwat yang cacat
dan tidak akan pernah utuh.
Inilah nawasunyaka, tempat segala mimpi beristirahat tanpa pernah tuntas.
Jangan mencari keindahan pada narasi
yang telah patah ini
sebab di setiap baitnya hanya ada sisa-sisa
harapan yang retak.
Aku menatap masa depan melalui mata
yang tidak lagi mampu mengejar cahaya
hanya ada kesunyian yang paling puncak
dalam setiap tarikan napas.
Setiap langkah yang terhenti adalah sebuah
kehilangan yang abadi.
Sebab pada akhirnya, tidak ada yang lebih
perih
daripada menjadi sejarah yang berhenti
sebelum mencapai tujuannya.

Bogor 26 Januari 2026

Posting Komentar