Nabila Azka Arrafi - Jejak di Lembar Putih (OSN 3.3)
👁️ dibaca
Table of Contents
Jejak di Lembar Putih
Lembar putih yang terlahir,
Tanpa aksara, hanya napas yang mengalir.
Tinta yang menetes perlahan,
Menuliskan tawa, duka, dan harapan.
Tinta yang jatuh murni,
Meninggalkan jejak abadi.
Hanya titik di atas putih,
Ialah saksi yang tak pernah letih.
Lalu waktu datang membawa sebotol tinta hitam,
Mencatat pertemuan dan perpisahan yang kelam.
Ada goresan yang melengkung indah,
Ada pula coretan tajam yang melukai hati.
Irama hidup berdetak di antara baris-baris,
Ada saatnya mendaki, ada saatnya gerimis.
Biar lelah menetes di sela baris yang panjang,
Asal nurani tetap menjadi cahaya yang benderang.
Waktu takkan pernah pulang untuk menghapus kata,
Sebab hidup adalah naskah yang ditulis dengan jiwa.
Perjalanan bukan soal seberapa jauh melangkah,
Tetapi tentang makna yang terukir indah.
Temanggung, 19 Januari 2026
7 komentar